Pengembangan Obat Baru (Lanjutan): Dari Studi Pra-Klinik Sampai Survei Pasca Pemasaran
Program Studi S-1 Farmasi Universitas Gunadarma kembali mengadakan kegiatan webinar pada hari Kamis, 31 Maret 2022 dengan tema “Pengembangan Obat Baru (Lanjutan): Dari Studi Pra-Klinik Sampai Survei Pasca Pemasaran” yang dilaksanakan melalui virtual meeting zoom dan saluran digital UG TV pada pukul 07.30-11.15.
Pada webinar kali ini membahas beberapa topik dengan pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya, antara lain:
- Pembicara 1 : Raymond R. Tjandrawinata, PhD, MS, MBA (Director of Corporate Development, Dexa Group) – Topik materi: Studi Pra-Klinik sebagai Landasan Pengembangan Obat Baru
- Pembicara 2 : Prof. Dra. Arini Setiawati, PhD (Dekan Fakutas Ilmu Kesehatan dan Farmasi Universitas Gunadarma) – Topik materi : Uji Klinik : Desain dan Protokol
- Pembicara 3 : apt. Evi Dwi Nofiarny Zulkarnain, S.Si., M.Sc. (Head of Corporate Quality Audit, Pharmacovigilance & QRM, Dexa Group) – Topik materi: Pelaksanaan Farmakovigilans di Industri Farmasi
- Pembicara 4 : apt. Juliati, S.Si., M.Biomed. (Kepala Penilaian Obat Baru, BPOM RI) – Topik materi: Strategi dan Tata Laksana Registrasi Obat di BPOM
Peserta dari kegiatan webinar ini merupakan Civitas Akademika yang meliputi dosen dan mahasiswa dari Prodi Farmasi, Prodi Kebidanan, Prodi Kedokteran Universitas Gunadarma, serta dosen-dosen dari beberapa Universitas lainnya seperti Universitas Esa Unggul, Universitas Udayana, Jakarta Global Universitity, STMIK Jakarta STI&K, Insititut Teknologi Bandung. Perserta lainnya berasal dari PT Dexa Medica dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan total jumlah peserta adalah sebanyak 132 orang.
Pada webinar ini sukses diselenggarakan dan seluruh peserta dapat memperoleh informasi mengenai studi pra-klinik sebagai landasan pengembangan obat baru, bagaimana cara dan tahapan serta tantangan atau masalah yang dapat terjadi dalam mengembangkan obat baru pada tahap pra klinik, dan mekanisme pelaksanaan pengujian farmakovigilans pasca pemasaran terhadap obat yang dilakukan oleh industri farmasi, serta bagaimana strategi dan tata laksana registrasi obat di BPOM.